PLBN SKOUW BERPOTENSI MENJADI PUSAT EKONOMI BARU
Di publish pada 23-09-2024 10:58:32
Kamis 19/09. Menggandeng sejumlah instansi di perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini (PNG), Kantor Bea Cukai Jayapura mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw dengan tema: “Memajukan Ekonomi Perdagangan di Perbatasan RI – PNG.”
Hadir dalam FGD ini termasuk Kepala Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Papua, Luthfie Natsir, Kepala Administrator PLBN Skouw, Mathilda Pusung, Wadanyon 131 Brajasakti, Kapten Reza Nugraha, Konsul RI untuk Vanimo, Alex Tangkuman, serta perwakilan dari sejumlah instansi seperti Imigrasi, Angkatan Laut, BNPP Propinsi Papua dan sebagainya.
Dalam pemaparannya, Kepala Bea Cukai Jayapura, Adeltus Lolok menyampaikan tugas fungsi Bea Cukai dan perannya untuk mendukung peningkatan perdagangan, termasuk melalui perbatasan negara di Skouw, Jayapura.
“Kita bersyukur bahwa sampai saat ini, trend perdagangan Indonesia dengan Papua Nugini cenderung surplus, termasuk melalui PLBN Skouw,” kata Adeltus sambil menyampaikan data statistik ekspor impor.
Dalam kesempatan ini Adeltus juga mengupdate bahwa Menteri Keuangan telah menetapkan 2 (dua) Kawasan Pabean di Skouw yaitu kawasan PLBN Skouw dan Terminal Barang Internasional (TBI). Dengan demikian Skouw semakin mantap untuk didukung menjadi pusat perdagangan baru sesuai perkembangan di perbatasan kedua negara.
Kepala Administrator PLBN, Mathilda Pusung menyambut gembira pelaksanaan FGD ini sebagai langkah yang baik untuk meningkatkan sinergitas instansi untuk memaksimalkan peran PLBN Skouw dalam memajukan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kami di PLBN Skouw siap mendukung instansi CIQS dalam menjalankan tugasnya dan semua pihak yang beraktifitas melalui PLBN Skouw untuk kemajuan bersama,” tegas Mathilda yang juga memaparkan rencana pengembangan Skouw untuk mendukung kawasan ekonomi sekitarnya, termasuk bandara Sentani.
Dalam kesempatan tersebut, Konsul RI untuk Vanimo, Alex Tangkuman juga menyampaikan beberapa update penting terkait perkembangan di kawasan Vanimo dan provinsi West Sepik PNG yang berpeluang membuka banyak peluang ekonomi bagi pelaku-pelaku usaha di Jayapura dan Papua pada umumnya.
“Kawasan perbatasan RI – PNG di bagian utara ini memang lebih menggeliat. Saya melihat banyak perkembangan dan kemajuan yang telah dimanfaatkan para pelaku usaha kita,” kata Alex dalam sesi diskusi.
FGD ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga sinergitas dan melakukan perbaikan serta penataan di PLBN Skouw demi memaksimalkan peran PLBN Skouw sebagai penggerak ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses