Gedung Keuangan Negara Jayapura, Lantai 5, Jalan Ahmad Yani No. 8, Gurabesi, Jayapura Utara, Kota Jayapura Jayapura, Papua, Indonesia 99111
081360047376

BEA CUKAI JAYAPURA PERKENALKAN SENTUHAN MODERNISASI DI PERBATASAN SKOUW

Di publish pada 07-11-2024 07:30:08

BEA CUKAI JAYAPURA PERKENALKAN SENTUHAN MODERNISASI DI PERBATASAN SKOUW
BEA CUKAI JAYAPURA PERKENALKAN SENTUHAN MODERNISASI DI PERBATASAN SKOUW

Tidak terasa Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw telah beroperasi lebih 7 tahun sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 09 Mei 2017. Sejak itu, kemegahan wajah Indonesia tampak jelas di perbatasan RI dengan wilayah negara tetangga Papua Nugini. Selain itu terdapat juga fasilitas pasar yang dibuat untuk mendukung ekonomi masyarakat lokal, serta menyusul terbangun pula Terminal Barang Internasional (TBI) Skouw untuk mengantisipasi pembukaan perlintasan transportasi darat antara wilayah Indonesia dan Papua Nugini.

PLBN Skouw, sebagaimana PLBN lainnya di seluruh Indonesia menjadi naungan sejumlah instansi seperti Bea Cukai, Imigrasi, Karantina dan TNI – Polri dalam melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan terhadap perlintasan barang dan orang antar kedua negara.

Beberapa kendala yang dihadapi saat ini terutama karena warga Papua Nugini banyak yang tidak memiliki dokumen kependudukan, sehingga menyulitkan bagi petugas Imigrasi untuk melakukan pendataaan pengawasan. Potensi arus orang-orang illegal sangat terbuka.

Dalam hal perdagangan, semakin terlihat peningkatan arus barang antara kedua negara. Isu-isu jalur tikus yang kerap menjadi jalur penyelundupan semakin diketatkan dengan peningkatan pengawasan bersama. Sosialisasi pun terus dilakukan untuk menggiring masyarakat melakukan praktek perdagangan antar negara secara benar.

Namun demikian selama lebih 7 tahun, pelayanan ekspor impor barang di Skouw masih dilaksanakan secara manual oleh Bea Cukai Jayapura karena keterbatasan literasi masyarakat, keterbatasan infrastruktur jaringan, kekurangan petugas Bea Cukai, serta komplikasi permasalahan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam perdagangan. Akibatnya, akurasi data perdagangan pun sering menjadi menjadi sangat rendah, praktek penanganan perdagangan pun belum ideal.

Namun demikian, setelah melalui sejumlah sosialisasi kepada pelaku usaha, instansi pemerintah, dan masyarakat adat bahkan sampai para tukang ojek, mulai tanggal 01 Oktober 2024 Bea Cukai Jayapura melakukan terobosan dengan menerapkan pencatatan online bagi pelaku ekspor melalui aplikasi CEISA 4.0 Bea Cukai yang juga terhubung langsung dengan sejumlah instansi terkait.

“Pencatatan transaksi ekspor secara online melalui CEISA diharapkan juga memberikan kemudahan kepada pelaku usaha untuk menyampaikan laporan ekspornya tanpa perlu repot ke Kantor Bea Cukai ataupun ke PLBN Skouw yang jaraknya 50 km dari Jayapura. Hal ini tentu sangat membantu para pengusaha untuk mengatur usaha dan bisnis secara lebih efisien,” papar Kepala Kantor Jayapura, Adeltus Lolok.

Terhadap warga Papua Nugini yang berbelanja di pasar, mulai dilakukan pendataan transaksi yang tercatat langsung dalam Ceisa Bea Cukai. Meski telah dilakukan sosialisasi ke berbagai pihak, tetap saja banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, terlebih karena ketiadaan dokumen identitas serta penyesuaian dengan tradisi baru. Selain itu, keterbatasan jumlah pegawai Bea Cukai juga menjadi tantangan tersendiri.

Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Adeltus Lolok mengakui bahwa masih banyak kendala yang dihadapi dalam menerapkan pencatatan pelayanan perdagangan perbatasan secara online.

Demikian juga pelaku ekspor yang tadinya terbiasa dengan transaksi dan pencatatan manual, kini bisa memulai tradisi baru yaitu antara lain membuat badan usaha dan mengurus perijinan ekspor di instansi-intansi terkait. Lalu harus belajar memahami aturan ekspor, jenis-jenis barang yang dilarang atau diatur perdagangannya, dan sebagainya. Bea Cukai Jayapura pun rutin memberikan asistensi kepada para pelaku usaha sebagai bagian dari program edukasi Klinik Ekspor.

“Kami masih baru dalam dunia ekspor, masih banyak belajar. Namun di sini (Bea Cukai Jayapura) kami banyak belajar gratis. Ayo teman-teman Papua, kita belajar ekspor agar kita bisa menjadi tuan di atas tanah sendiri. Apalagi pasar ekspor ini akan semakin terbuka lebar,” kata Lawrence Koyangki, salah satu pengusaha OAP (Orang Asli Papua) yang kini rutin melakukan ekspor ke Papua Nugini.

Dengan melakukan modernisasi pelayanan ekspor di perbatasan Skouw, diharapkan pasar ekspor ini benar-benar dimaksimalkan oleh pelaku usaha dari sisi Indonesia, terlebih para entrepreneur Papua untuk menjadi pengusaha yang lebih besar dan berdaya. Modernisasi ini merupakan langkah kecil yang diharapkan akan membawa dampak besar bagi masyarakat Papua.



Isikan nama, email dan komentar Anda

Highlight Kantor Kami

KPPBC Tmp C Jayapura